Pengalaman Mendapatkan Perawatan dari Terapis Energetik
Sebagai seorang blogger yang sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tubuh dan pikiran saya sering berada di level “hampir penuh”. Bukan hanya karena tuntutan pekerjaan, tetapi juga karena banyaknya interaksi, perjalanan panjang, polusi, hingga tekanan deadline. Beberapa bulan terakhir, saya merasa energi tubuh mulai tidak stabil—mudah lelah, sulit fokus, dan emosi pun sensitif. Di tengah pencarian solusi, saya akhirnya mencoba sesuatu yang belum pernah saya sentuh sebelumnya perawatan energi (energetic healing) dari seorang terapis energetik.
Awalnya saya skeptis. Namun pengalaman ini justru memberikan sudut pandang baru tentang tubuh, pikiran, dan koneksi energi yang selama ini mungkin tidak saya sadari.
Awal Mula: Kenapa Memilih Terapis Energetik?
Perawatan energi mulai populer beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan pekerja kreatif, spiritual seeker, hingga orang-orang yang ingin menyeimbangkan kembali ritme hidup. Saya termasuk yang penasaran, tetapi tidak pernah benar-benar mencoba.
Hingga suatu hari, setelah beberapa minggu merasakan berat di dada dan sulit tidur, seorang teman merekomendasikan seorang terapis energetik yang dikenal lembut, intuitif, dan sangat berpengalaman. Ia mengatakan bahwa terapi ini bisa membantu untuk kesehatan mental dll.
- Melepaskan energi stagnan
- Meringankan stres emosional
- Menyeimbangkan chakra atau pusat energi
- Memperbaiki kualitas tidur
- Memperjelas intuisi
Sebagai blogger yang suka mencoba pengalaman baru, saya memutuskan untuk menuliskannya dalam bentuk catatan perjalanan batin. Dan di sinilah semuanya dimulai.
Pertemuan Pertama: Suasana Sesi yang Menenangkan
Begitu memasuki ruang terapi, saya langsung disambut suasana yang berbeda. Aromanya menenangkan—perpaduan lavender dan sedikit aroma kayu manis. Musik latar lembut mengalun. Ruangan dipenuhi cahaya hangat, jauh dari kesan “pengobatan alternatif” yang menakutkan.
Terapisnya menyambut dengan senyum ramah dan suara yang tenang. Kami berbincang ringan terlebih dahulu—ia bertanya tentang keluhan saya, pola tidur, tingkat stres, dan aktivitas harian. Rasanya seperti sesi konseling singkat yang membuat saya lebih jujur pada diri sendiri.
Saat saya menceritakan rasa berat di kepala dan mudah lelah, ia mengangguk pelan dan berkata,
“Energi kamu seperti penuh tapi tidak mengalir. Kita coba bantu membuka jalurnya, ya.”
Proses Perawatan: Pengalaman yang Sulit Dijelaskan dengan Kata-Kata
Saya diminta berbaring di atas matras, menutup mata, dan bernapas perlahan.
Beberapa menit pertama saya masih mencoba memprediksi apa yang akan terjadi. Namun pelan-pelan, tubuh mulai relaks.
✔ Sentuhan ringan dan energi hangat
Terapis hanya menyentuh titik tertentu—kadang kepala, dada, perut, dan pangkal kaki. Tapi sensasinya seperti ada “aliran hangat” bergerak mengikuti arah sentuhan.
✔ Getaran halus di tubuh
Pada beberapa bagian, terutama dada dan telapak tangan, saya merasakan getaran halus seperti denyut lembut. Tidak sakit, justru menenangkan.
✔ Emosi tiba-tiba muncul
Tanpa diperkirakan, saya merasa ingin menangis. Bukan karena sedih, tapi seperti ada sesuatu yang dilepas dari dalam diri.
Terapis berkata dengan pelan,
“Biarkan saja keluar. Energi yang lama harus diberi ruang untuk pergi.”
✔ Napas menjadi jauh lebih luas
Yang paling terasa adalah tipuan napas. Dari yang sebelumnya pendek dan berat, perlahan menjadi panjang, dalam, dan bebas.
Satu sesi berlangsung sekitar 45 menit, tetapi rasanya seperti hanya beberapa menit. Ketika sesi selesai, tubuh saya terasa sangat ringan seolah beban mental ikut larut.
Setelah Terapi: Efek yang Saya Rasakan
Malam setelah sesi terapi, saya tidur lebih cepat dari biasanya. Dan kualitas tidur itu—jujur—merupakan yang terbaik dalam beberapa minggu terakhir.
Dalam beberapa hari ke depan, perubahan berikut terasa:
1. Pikiran lebih jernih
Saya bisa menulis tanpa berhenti setiap lima menit hanya untuk merapikan pikiran.
2. Emosi lebih stabil
Hal-hal kecil yang biasanya memicu stres tidak terlalu berpengaruh.
3. Tubuh lebih segar
Seolah ada ruang baru dalam tubuh yang menciptakan perasaan lega.
4. Intuisi lebih tajam
Sesuatu yang sulit dijelaskan, tapi perasaan untuk mengambil keputusan terasa lebih “pas”.
Refleksi: Kenapa Terapi Energi Bisa Memberi Perubahan?
Sebagai blogger yang terbiasa mencari informasi sebelum menulis, saya akhirnya mendalami konsep energi tubuh. Banyak tradisi—dari Jawa, Cina, Jepang, hingga India—memiliki keyakinan bahwa tubuh memiliki aliran energi yang memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.
Ketika energi terhambat atau tersumbat, tubuh memberi sinyal seperti:
- cepat lelah
- gelisah
- sulit fokus
- sulit tidur
- mudah tersinggung
Perawatan oleh terapis energetik membantu membuka kembali jalur itu sehingga energi mengalir normal.
Meski tidak semua orang mungkin percaya, pengalaman pribadi saya membuktikan bahwa ada perubahan nyata yang saya rasakan.
Apakah Terapi Ini Cocok untuk Semua Orang?
Tidak selalu. Setiap orang punya cara berbeda untuk menyembuhkan diri. Namun, terapi energi bisa menjadi pilihan bagi kamu yang:
- sering stres
- merasa “penuh” secara emosional
- sulit tidur
- butuh relaksasi mendalam
- ingin eksplorasi spiritual secara lembut
Yang paling penting: pilih terapis yang berpengalaman, beretika, dan membuat Anda merasa aman.
Penutup: Pengalaman yang Layak Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup
Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa merawat energi ternyata sama pentingnya dengan merawat tubuh. Dunia terus bergerak cepat, dan seringkali kita lupa bahwa diri sendiri juga perlu diberi ruang untuk bernapas.
Terapi energi memberi saya ruang itu—ruang untuk kembali ke dalam diri, mendengarkan apa yang selama ini terabaikan, dan membiarkan tubuh menyembuhkan diri dengan cara yang paling alami.
Jika kamu sedang merasa lelah, tertekan, atau butuh koneksi dengan diri sendiri, mencoba perawatan dari terapis energetik bisa menjadi langkah awal yang menyegarkan

Posting Komentar untuk "Pengalaman Mendapatkan Perawatan dari Terapis Energetik"