Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Ayupedia Menghadapi Mata Kering dengan Insto Dry eyes

 


Hallo sobat Ayupedia, hari ini Saya mau cerita kalau ternyata menjadi konten kreator plus blogger di niche beauty itu ternyata tidak selalu secantik hasil foto dan video yang terlihat di media sosial lho. Selain di depan kamera dan di depan klien saya lebih nyaman tampil apa adanya. Agar kulit wajah dapat bernafas dan mata fresh anti mata kering biasa saya menggunakan INSTO DRY EYES.

Percayalah di balik makeup yang on point, pencahayaan yang cantik, serta senyum di depan kamera, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mulai dari mencari ide konten, membuat script, shooting, live streaming, membalas komentar, mengedit video, sampai berjam-jam menatap layar laptop. Ups ada satu lagi curcolan yang bikin geregetan yakni revisi-revisi-revisi bayangkan bahkan sampai 3 kali revisi. Adaaa saja kayaknya kesalahan yang dicari-cari itu. 

Saya sendiri cukup sering menghabiskan waktu di depan laptop. Sebagai konten kreator beauty, laptop dan kamera sudah seperti dua benda yang hampir selalu menemani aktivitas sehari-hari. Bahkan ketika sedang tidak shooting, saya masih harus mengecek hasil foto, mengedit video, membuat caption, mengatur jadwal konten, hingga berkomunikasi dengan brand.

Awalnya saya merasa semua itu biasa saja. Sampai suatu hari, saya mulai merasakan sesuatu yang cukup mengganggu yakni mata terasa SEpet, PErih, dan LElah.

Saat itu saya baru menyadari bahwa Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Momen yang Sudah Lama Saya Nantikan

Ada satu momen yang sudah cukup lama saya nantikan sebagai beauty content creator, yaitu melakukan live streaming beauty session sekaligus memperkenalkan beberapa produk makeup yang sedang saya sukai.

Saya sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Saya menyiapkan konsep, memilih produk yang akan digunakan, menata meja makeup, memastikan lighting, menyiapkan kamera, sampai membuat daftar poin yang ingin saya sampaikan selama live.

Bagi orang lain mungkin terlihat sederhana. Tinggal duduk di depan kamera lalu berbicara.

Padahal, bagi seorang konten kreator, live streaming membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. Saya ingin semuanya berjalan lancar karena momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan followers.

Beberapa jam sebelum live dimulai, saya masih berada di depan laptop untuk mengecek materi dan membaca kembali catatan. Setelah itu saya lanjut melakukan shooting beberapa video pendek untuk stok konten.

Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat. Saya bahkan tidak sadar kalau sejak pagi hampir seluruh aktivitas saya dilakukan di depan layar.

Mata SEpet, PErih, LElah Mulai Terasa

Menjelang sore, ketika sedang melakukan persiapan makeup sebelum live, saya mulai merasakan mata seperti kurang nyaman.

Awalnya hanya terasa sedikit SEpet. Saya pikir mungkin karena terlalu lama menatap layar laptop.

Tidak lama kemudian, mata terasa agak PErih. Saya mencoba berkedip beberapa kali dan mengucek mata sebentar. Setelah itu memang terasa lebih nyaman, tetapi hanya sementara.

Yang paling terasa justru mata menjadi LElahPadahal saya belum mulai live.

Saya kemudian bercermin dan menyadari mata saya terlihat kurang segar. Sebagai beauty content creator yang harus tampil di depan kamera, kondisi ini tentu membuat saya kurang nyaman.

Saat itulah saya mulai memahami bahwa gejala mata kering memang bisa muncul di tengah aktivitas sehari-hari. Mata yang terasa SEpet, PErih, atau Lelah mungkin terdengar sederhana. Namun ketika terjadi menjelang momen penting, rasanya benar-benar bisa mengganggu.

Apalagi saya harus tampil di depan kamera dan tetap terlihat fresh.

Momen Penting Hampir Tidak Berjalan Maksimal

Akhirnya waktu live streaming tiba.

Saya duduk di depan kamera dengan makeup yang sudah selesai. Lighting sudah menyala, kamera sudah siap, dan saya mulai menyapa followers.

Namun beberapa menit setelah live dimulai, mata saya kembali terasa tidak nyaman.

Saya jadi lebih sering berkedip.

Sesekali saya memejamkan mata sebentar ketika sedang membaca komentar. Konsentrasi saya juga sedikit terganggu karena perhatian yang seharusnya tertuju pada produk makeup dan interaksi dengan followers justru terbagi dengan rasa tidak nyaman pada mata.

Saya sempat berpikir, "Aduh, jangan sampai momen yang sudah saya tunggu-tunggu ini malah terganggu gara-gara mata."

Saya berusaha tetap profesional dan melanjutkan live. Namun saya sadar, performa saya tidak bisa maksimal seperti biasanya.

Biasanya saya bisa berbicara dengan lebih ekspresif, membaca komentar dengan cepat, dan menjelaskan produk dengan santai. Kali itu saya harus beberapa kali mengistirahatkan pandangan.

Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa Mata Kering Jangan Disepelein.

Bukan hanya karena terasa tidak nyaman, tetapi juga karena bisa membuat aktivitas yang seharusnya menyenangkan menjadi kurang maksimal.

Ternyata 4 dari 10 Orang Pernah Mengalami Mata Kering

Setelah kejadian tersebut, saya mulai mencari tahu lebih banyak tentang mata kering.

Saya menemukan informasi bahwa 4 dari 10 orang pernah mengalami mata kering, sementara sekitar 50% di antaranya bahkan tidak menyadari kondisi tersebut.

Saya merasa cukup relate dengan hal itu.

Sebelumnya, saya juga termasuk orang yang menganggap mata SEpet, PErih, atau Lelah sebagai hal biasa. Saya sering mengira penyebabnya hanya karena kurang tidur atau terlalu lama bekerja.

Padahal, aktivitas sehari-hari seperti menatap layar laptop dan menggunakan gadget dalam waktu lama juga bisa membuat mata terasa tidak nyaman.

Sebagai konten kreator yang pekerjaannya tidak bisa jauh dari layar dan kamera, saya akhirnya mulai lebih memperhatikan kondisi mata.

Mulai Mengubah Kebiasaan Saat Bekerja

Setelah mengalami sendiri bagaimana mata kering bisa mengganggu momen penting, saya mulai melakukan beberapa perubahan kecil.

Pertama, saya berusaha memberikan jeda pada mata ketika bekerja di depan laptop. Kalau pekerjaan sedang tidak terlalu mendesak, saya berhenti sejenak dari layar dan melihat objek yang lebih jauh.

Kedua, saya berusaha lebih sering berkedip ketika sedang fokus membaca atau mengedit video.

Ketiga, saya tidak lagi memaksakan diri terus bekerja ketika mata sudah terasa tidak nyaman.

Keempat, saya memastikan pencahayaan ruangan cukup nyaman ketika bekerja maupun shooting.

Dan yang tidak kalah penting, saya mulai menyiapkan INSTO DRY EYES ketika harus menjalani aktivitas panjang di depan layar atau kamera.

Mengenal Insto Dry Eyes

Saya kemudian menemukan Insto Dry Eyes ketika mencari solusi untuk membantu meredakan gejala mata kering.

Dari situ saya mulai mengenal produk ini sebagai salah satu pilihan yang praktis untuk membantu memberikan rasa nyaman ketika mata mengalami gejala akibat kekeringan.

Buat saya sebagai content creator, bentuknya yang praktis juga menjadi nilai plus karena bisa dibawa ketika harus bekerja dari rumah, pergi shooting, menghadiri event, maupun melakukan perjalanan.

Ketika mata mulai terasa tidak nyaman, saya tidak lagi hanya membiarkannya begitu saja.

Tetesin Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaan pada kemasan dan berikan kesempatan mata untuk beristirahat.

Bagi saya, ini jauh lebih baik daripada terus memaksakan mata bekerja sambil menahan rasa SEpet, PErih, atau Lelah.

Pengalaman Menggunakan Insto Dry Eyes



Setelah mulai menggunakan Insto Dry Eyes, saya merasa lebih terbantu ketika mata terasa kering dan tidak nyaman.

Terutama saat pekerjaan sedang padat. Misalnya, pagi hari harus membuat konten, siang mengedit video, sore meeting online, kemudian malam melakukan live streaming.

Kalau tidak memperhatikan kondisi mata, dalam satu hari saya bisa berjam-jam menatap layar.

Saya pun sekarang tidak menunggu sampai mata terasa sangat tidak nyaman untuk mulai peduli.

Saya mencoba mengenali tanda-tandanya sejak awal. Ketika mata mulai terasa SEpet, saya berhenti sejenak. Ketika mulai terasa PErih, saya memberikan waktu untuk mata beristirahat. Dan ketika mata terasa LElah, saya tidak lagi memaksakan diri terus berada di depan laptop.

Tips Menjaga Mata Tetap Nyaman untuk Content Creator

Dari pengalaman tersebut, saya punya beberapa kebiasaan sederhana yang sekarang berusaha saya terapkan.

1. Berikan jeda dari layar

Jangan terus-menerus menatap laptop tanpa istirahat. Berikan waktu bagi mata untuk beristirahat di sela aktivitas.

2. Jangan lupa berkedip

Ketika sedang fokus mengedit foto, video, membaca komentar, atau menulis caption, kita sering lupa berkedip. Padahal berkedip membantu menjaga permukaan mata tetap nyaman.

3. Atur pencahayaan

Pastikan pencahayaan ruangan dan layar tidak membuat mata terasa terlalu silau. Sebagai beauty content creator, saya memang membutuhkan lighting untuk shooting, tetapi ketika selesai shooting saya tidak perlu terus berada di bawah cahaya yang terlalu terang.

4. Jangan memaksakan mata

Kalau mata sudah terasa SEpet, PErih, atau Lelah, jangan dianggap sebagai gangguan kecil yang harus ditahan. Berhenti sejenak bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

5. Siapkan tetes mata yang sesuai

Untuk kondisi mata kering, saya mengatasi dengan Tetesin Insto Dry Eyes sebagai salah satu bagian dari perlengkapan yang saya bawa ketika bekerja.

Namun, jika keluhan mata terus berulang, semakin berat, atau mengganggu penglihatan, jangan hanya mengandalkan penanganan sendiri. Sebaiknya periksakan kondisi mata kepada tenaga kesehatan atau dokter mata.

Dari Momen yang Terganggu, Saya Justru Mendapat Pelajaran

Saya bersyukur pengalaman tersebut terjadi ketika saya sedang melakukan sesuatu yang sangat saya sukai.

Mengapa?

Karena dari sana saya belajar bahwa menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan mempersiapkan kamera, lighting, makeup, dan outfit sebelum membuat konten.

Selama ini saya bisa sangat detail memeriksa hasil makeup agar terlihat sempurna di kamera.

Saya bisa berulang kali mengecek kualitas video.

Saya juga bisa menghabiskan waktu berjam-jam memastikan editing sudah sesuai keinginan.

Tetapi saya lupa satu hal penting: mata yang membuat semua aktivitas itu bisa dilakukan juga perlu diperhatikan.

Sekarang, ketika akan menjalani hari yang padat dengan laptop dan kamera, saya selalu berusaha memberikan jeda untuk mata.

Karena saya tidak ingin pengalaman ketika live streaming dulu kembali terjadi.

Saya ingin tetap bisa menikmati pekerjaan sebagai beauty content creator tanpa harus mengorbankan kenyamanan mata.

Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Bagi saya, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Mata SEpet, PErih, dan LElah mungkin terasa seperti keluhan sederhana. Namun ketika muncul di tengah pekerjaan, perjalanan, acara keluarga, momen bersama orang tersayang, atau aktivitas yang sudah lama dinantikan, tentu bisa mengurangi kenyamanan.

Jadi, jangan tunggu sampai mata benar-benar terasa mengganggu.

Kenali gejalanya, berikan waktu untuk beristirahat, jaga kebiasaan saat menggunakan gadget, dan siapkan solusi yang sesuai untuk membantu menjaga kenyamanan mata.

Karena bagi saya, bisa melihat dengan nyaman berarti bisa menikmati lebih banyak momen.

Bisa melihat hasil makeup dengan jelas, membaca komentar followers ketika live, mengedit konten dengan nyaman, sampai menikmati momen sederhana bersama orang-orang tersayang.

Dan sekarang saya semakin percaya bahwa dengan #InstoDryEyes saya menjadi #BebasMataKering beneran deh untuk urusan #MataSePeLeJanganSepelein 

Jadi, kalau mulai merasakan mata SEpet, PErih, atau LElah setelah terlalu lama di depan laptop maupun kamera, jangan abaikan begitu saja. Sayangi mata, supaya setiap momen yang sudah lama dinantikan bisa tetap dinikmati dengan nyaman.

Posting Komentar untuk "Pengalaman Ayupedia Menghadapi Mata Kering dengan Insto Dry eyes"